Pemerintah Indonesia dan China resmi menyepakati perluasan kawasan industri kembar atau Two Countries, Twin Parks (TCTP) dengan nilai investasi mencapai Rp 36,4 triliun. Kesepakatan ini menegaskan kembali komitmen kedua negara dalam memperkuat integrasi ekonomi dan meningkatkan daya saing sektor industri melalui kerja sama jangka panjang. Inisiatif TCTP sebelumnya telah menjadi fondasi kolaborasi penting dalam pengembangan kawasan industri strategis, dan kini diperluas untuk mencakup sektor dan wilayah yang lebih luas.
Investasi besar ini akan difokuskan pada pengembangan kawasan industri di Batang dan Bintan, dua lokasi strategis yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan manufaktur baru. Langkah ini juga mencerminkan kepercayaan investor China terhadap potensi industri Indonesia, terutama dalam sektor hilirisasi, logistik, dan rantai pasok. Pemerintah menargetkan kawasan tersebut mampu menarik industri berteknologi tinggi sekaligus menciptakan ribuan lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal.
Selain memperkuat pertumbuhan industri, kerja sama ini diharapkan mendorong percepatan transfer teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan rantai pasok antara kedua negara. Kehadiran perusahaan-perusahaan besar dari China di kawasan industri kembar dapat membuka peluang kemitraan bisnis yang lebih luas bagi pelaku usaha nasional, termasuk dalam bentuk investasi pendukung, kolaborasi manufaktur, hingga pengembangan ekosistem industri yang lebih modern.
Dengan komitmen investasi yang masif dan strategi industrialisasi yang jelas, perluasan kawasan industri kembar ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi ekonomi Indonesia. Keberhasilan implementasi kerja sama ini tidak hanya akan meningkatkan daya saing industri nasional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global. Pemerintah menekankan pentingnya tata kelola yang baik, kesiapan infrastruktur, serta sinergi antarlembaga untuk memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat dan dunia usaha.